
JAKARTA, RAKYATX – Anggota Komisi IX DPR RI, Achmad Ru’yat, menyuarakan pendapat terkait polemik pengadaan puluhan ribu sepeda motor listrik oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Program yang seharusnya mendukung pelayanan gizi ini malah menimbulkan banyak pertanyaan.

Dilansir dari telusur.co.id – Sebanyak 21.801 unit sepeda motor listrik direncanakan untuk Kepala Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG). Akan tetapi menurut Ru’yat, tindakan tersebut belum dapat dianggap sebagai kebutuhan yang mendesak—bahkan dinilai tidak berhubungan langsung dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini diperkuat pemerintah.
“Menurut saya, ini belum menjadi prioritas,” tegasnya di Kompleks Parlemen, Senayan. Ia menekankan perbedaan antara kebijakan tersebut dan keadaan saat ini, di mana banyak kementerian serta lembaga sedang melaksanakan penghematan anggaran.
Selain itu, perhatian publik juga mengarah pada rencana anggaran lainnya: sekitar Rp6,9 miliar untuk pengadaan 17.000 pasang kaos kaki, dengan harga sekitar Rp100 ribu per pasang. Angka ini dianggap semakin menguatkan pertanyaan mengenai skala prioritas di dalam BGN.
Visi mengingatkan bahwa pemerintah, termasuk BGN, seharusnya sejalan dengan arahan Purbaya Yudhi Sadewa yang menekankan pentingnya perhatian pada program strategis, krusial, dan mendesak.
“Jika kementerian lain mengadakan efisiensi, maka BGN juga harus benar-benar cermat dalam menetapkan prioritas,” ujarnya.
Di tengah banyaknya kritik, Ru’yat menegaskan bahwa pimpinan Komisi IX DPR telah bertindak dengan cepat. Interaksi dengan pihak BGN disebut telah dilakukan untuk menanggapi dinamika publik sebelum pembahasan resmi dilaksanakan dalam pertemuan bersama DPR.
Ia juga menekankan, suara masyarakat tidak boleh diabaikan. Respon yang sesuai dibutuhkan agar perdebatan ini tidak berubah menjadi ketidaknyamanan sosial yang lebih besar
Penulis : Arif Sulaeman
Editor : Amalia














